Puslitbang Hortikultura bersama AFACI, melakukan kunjungan lapang terkait kegiatan GAP (Good Agriculture Practice) pada Salak Pondoh di Yogyakarta pada 11-13 Maret 2018. AFACI mengutus tiga orang delegasinya ke Indonesia untuk dapat berbagi pemikiran dan melihat langsung pelaksanaan GAP di Indonesia. Pelaksaan GAP di Indonesia sendiri telah diterapkan pada setidaknya 1000 petani salak pondoh di dua kelompok tani yang bertempat di Kecamatan Turi, Yogyakarta.
Kunjungan dimulai dengan agenda Focus Discussion Group (FGD) yang bertempat di Ruang Rapat II Gedung BPTP D.I. Yogyakarta. Pokok utama yang disoroti dalam diskusi adalah perkembangan penerapan GAP oleh petani salak pondoh di Kecamatan Turi dan peluang ekspor salak pondoh ke Korea Selatan. Kegiatan FGD dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dari Puslitbang Hortikultura, Balai Penelitian Tanaman Buah, Dinas Pertanian D.I.Yogyakarta, Dinas Pertanian Sleman, Balai Penelitian Teknologi Pertanian D.I.Yogyakarta, dan BBP2TP DIY, dan para penyuluh dari BPTP D.I.Yogyakarta. Dalam diskusi, dilakukan juga serah terima buku SOP Salak Pondoh Kabupaten Sleman (terlampir).
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi percontohan kebun salak berbasis GAP dan Non-GAP. Tidak hanya memamerkan salak pondoh segar hasil panen, kelompok tani salak di Turi juga memberikan hasil pengolahan pasca panen salak pondoh dengan menyuguhkan berbagai macam olahan yang telah dibuat. Olahan salak pondoh tersebut antara lain berupa bakpia, wedhang (minuman penyegar) yang terbuat dari campuran salak pondoh dan jahe, kue mocha, dan keripik salak pondoh.

